Panduan al Qur-an

Petunjuk Dalil

Bahwa dalam memahami makna manusia sebagai “makhluq sosial” [qa1s4=an nisa],untuk dapat berinteraksi secara positif bagi memelihara “nilai kemanusiaan”[qa13s49=al hujurat],maka Allah telah dipandukan “suatu gambaran pedoman Kebenaran”sebagaimana yang diterangkan dalam Surah Al Maidah 67 sebagai berikut:

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ. ٦٧

Wahai Rasul! Sampaikanlah segala apa yang diturunkan kepadamu dari Robb kamu,Dan jika tidak kamu kerja kan,maka(berarti) tiadalah kamu menyampaikan risalah-Nya, danAllah itu memelihara kamu dari (berbagai gangguan yang direncanakan oleh) manusia.Sesungguhnya Allah itu tidak akan memberi petunjuk kepada kaum yang sama kafir”.

Pengkajian

Petunjuk dari ayat tersebut bila dicermati secara seksama, maka dapat diambil diantara pengertiannya antara lain:

1. Pernyataan Allah langsung kepada RasulNya, adalah merupakan petunjuk muthlaq bagi umatnya tentang keberadaan Rasulullah, yaitu sebagai “sosok petunjuk pelaksana strategi” dari Allah,maka dengan pengenalannya tersebut maka wajib dijadikan pedoman oleh umatnya[qa64-65s4=an nisa].

2. Tentang tekanan pada kalimat “risa-latahu”memberikan hukum muthlaq tentang keberadaan al Qur-an[qa153s6=al an’am], karena al Qur-an adalah penyempurna dari seluruh risalah Allah atas para RasulNya[qa106s2=al baqarah].

3. Kalimat”wallahu ya’shimuka minannasi”, maka didalamnya tersirat bentuk isyarat yang ditujukan kepada para pemegang amanah para Rasul, yaitu Al’Ulama[ qa28s35=fathir].

4. Secara umum petunjuk ayat tersebut dalam keterkaitan dengan ayat sebelum dan
sesudahnya,adalah merupakan petunjuk tentang “solusi dalam perbaikan ummat manusia yang telah terkondisi oleh pola dan program Ahli Kitab”,bahwa awal kerusakan Yahudi dan
Nashara adalah ditangan “para Pendeta”(Al’Ulama)[qa34s9=at taubah].Maka berarti bahwa
solusi perbaikannya adalah kesadaran “Para ‘Ulama” yang menjadi pusat pandang umat
sebagai Al’Arif atau Al Khowasy[qa37s24=an nur].


Dengan yang tersebut maka jelas bahwa peran ‘Ulama dituntut kebersamaannya untuk mengangkat al Qur-an sebagai Norma Hukum atas umat manusia[qa20s45=al jatsiyah] menuju janji Allah,yaitu tegak Daulah Islam Dunia, sebagaimana telah diterangkan oleh Rasulullah saw dalam menjelaskan kedudukan kedudukan ayat.[qa33 s9=at taubah].


Pembahasan ringkas

Bahwa sesungguhnya petunjuk Allah dan panduan Rasulullah sudah cukup dan sangat jelas, maka berarti bahwa “getaran suara nurani umat manusia sedunia telah menjadi satu nada, yaitu Suara Rindu” terhadap bangunan Khilafah dan Imamah berdasarkan KetetapanNya yang akan dijadikanNya sebagai mengawali perjalanan bagi perubahan dunia secara total sampai akhir zaman.
Dengan demikian bagi perjalanan ‘Ulama akan berarti,antara lain:

1. Perihal terjadi “firqoh-firqoh” dalam Islam adalah bukan merupakan kendala, karena hal tersebut telah diisyaratkan Allah terhadap RasulNya[qa159s6=al an’am].

2. Perjalanan ‘Ulama menuju kesepakatan dunia merupakan perintah muthlaq, sebagai poros perjalanan Islam dan umat Islam kedepan[qa208s2=al baqarah].

3. Perjalanan Mudzakarah ‘Ulama adalah merupakan proses pengkondisian sebagai pemegang amanah para Rasul bagi penggelaran perintah yang ditetapkan Allah terhadap 5 rasul pilihan[qa13s42=asy syura], dan sebagai pemegang amanah Allah atas makhluqNya [qa27-28s35=fathir],sebagai wujud dari isyarat penunjukan Allah kepada Muhammad saw penutup para Nabi[qa40s33=al ahzab] dan sebagai Rasul atas seluruh umat berbagai bangsa didunia[qa28s34=as saba].

Inilah kajian ringkas panduan al Qur-an dalam menuju Daulah Islam Dunia.

Written by mubarki
http://al-ulama.net/index.php?option=com_content&task=view&id=164&Itemid=1

No comments:

Post a Comment